oleh

Rapat Penilaian Dokumen UKL – UPL Rencana Pembangunan Pelabuhan Laut Moor Kab. Nabire

Pada Hari ini tanggal, Rabu 08 Mei 2019, Pemerintah Provinsi Papua melaui Dinas Pengelola Lingkungan Hidup melaksanakan Rapat Penilaian Dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL) Rencana Pembangunan Pelabuhan Laut Perintis Pulau Moor Distrik Moora, Kabupaten Nabire Provinsi Papua.

Rapat ini dipimpin oleh Ir. Frans B. Lithin ketua Tim teknis Penilai AMDAL. Dilaksankan di Ruang Rapat LAB Lingkungan Hidup Provinsi Papua. Dan dihadiri oleh Pemda Kabupaten Nabire dari Intansi Teknis Dinas Lingkungan Hidup, Bappeda, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Tim Teknis Provinsi Terdiri dari Balai Pemantapan Kawasan Hutan X, Badan Pertanhan Provinsi.
Dasar Mengingat berbagai potensi dampak lingkungan yang timbul, maka diperlukan upaya pengelolaan lingkungan hidup berdasarkan ketentuan Undang-Undang No. 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Pasal 22 ayat (1) menyatakan Setiap usaha dan/atau kegiatan yang berdampak penting terhadap lingkungan hidup wajib memiliki Amdal.

Berdasarkan PermenLH Nomor 05 tahun 2012 tentang Jenis rencana usaha dan/atau kegiatan yang wajib dilengkapi AMDAL, bidang perhubungan khususnya perhubungan laut adalah pembangunan pembangunan pelabuhan dengan fasilitas dermaga dengan bentuk konstruksi sheet pile atau open pile dengan panjang ≥ 200 m, atau Luas ≥ 6.000 m2. 
Rencana pembangunan Pelabuhan Laut Perintis Pulau Moor, dengan dimensi dermaga 8 x 80 m (luas 640 m2) maka wajib dilengkapi dengan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL). 
Pemrakarsa : Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Nabire. Penanggungjawab Jemmy Samori, SH, MH , Jabatan Kepala Kantor Unit Penyelenggaraan Pelabuhan Kelas III Nabire ,Alamat Jl. Pintu Masuk Pelabuhan No. 1, Telp: (0984) 21133, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua

Latarbelakang Pelabuhan Laut Perintis Pulau Moor merupakan infrastruktur strategis sebagai sarana meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memberikan aksesibilitas yang lebih baik sehingga dapat mengakomodasi peningkatan kebutuhan mobilitas penduduk dan barang melalui jaringan transportasi air.Kondisi pelabuhan eksisting saat ini, dermaga yang terbuat dari kayu dengan panjang 10 meter x 2 meter dan trestle sepanjang 50 meter x 2 meter. Namun dermaga ini tidak layak untuk disandari oleh kapal-kapal besar sehingga kapal perintis pun hanya berlabuh di tengah laut. Oleh karena itu diperlukan fasilitas dermaga baru yang dapat disandari oleh kapal-kapal besar Keberadaan pelabuhan memberikan dampak positif terhadap perkembangan pembangunan di suatu wilayah. Namun juga memberikan dampak negatif terhadap beberapa komponen lingkungan disekitarnya
Nama Rencana Usaha dan/atau Kegiatan : Rencana kegiatan yang akan dilaksanakan adalah “Pembangunan Pelabuhan Laut Perintis Pulau Moor”. Kegiatan yang akan dilakukan berupa pembangunan fasilitas perairan dan fasilitas daratan pelabuhan. Kegiatan tersebut akan dilakukan dalam 3 tahap rencana kegiatan yaitu : 1). Pengembangan Jangka Pendek (2019-2023), 2) Pengembangan Jangka Menengah (2024-2028), dan 3). Pengembangan Jangka Panjang (2029-2038).

Lokasi berada di Kampung Moor, Distrik Kepulauan Moora, Kabupaten Nabire. Lokasi rencana pembangunan pelabuhan masih milik masyarakat dan belum ada proses pembebasan lahan. Secara geografis terletak pada 135°43’07.9”E-135°43’10.0”E dan 2°55’42.4”S – 2°55’41.3”S, Batas lokasi sebagai berikut :Sebelah Timur : Berbatasan dengan hutan Sebelah Barat : Berbatasan dengan  hutan dan permukiman Sebelah Utara : Berbatasan dengan hutan Sebelah Selatan : Berbatasan dengan perairan laut. Kondisi di lokasi rencana Pelabuhan Moor tidak ada pemukiman dan tidak ada dermaga eksisting. Pemukiman terdekat berada pada jarak ± 200 m dari lokasi rencana pelabuhan dan hanya terdapat 6 rumah. Adapun pusat pemukiman dan dermaga eksisting yang terdapat di Pulau Moor terletak ± 2 km dari lokasi rencana Pelabuhan Moor.
Demikian.

(Sumber:lingkunganhidup.papua.go.id)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed